Terpaku menatap layar
Entah apa hendak dicari
Diam, tanpa suara
Sesekali tedengar decitan saat jemari menari di atas keyboard
Aneh, masih betah saja dia di sana
Bukankah ini saatnya pulang?
Menjemput peluk kasih keluarga di rumahnya
Bukankah senja telah beranjak?
Dan perlahan cahayanya menghilang dibalik cakrawala
Hei, hari telah gelap
Cepatlah kau pulang!
Adik kecilmu menuggu untuk dibelikan es krim
Ayah tercintamu juga menunggumu
Apalagi ibumu yang selalu membukakan pintu, tersenyum
Oh ya, tumpukan novelmu pun menunggu untuk dibaca
Lekas pulang manis
Cintamu menunggu di peraduan kasih sayang
Menanti dengan setia kedatanganmu

Pulanglah ..
No comments:
Post a Comment